(04 Januari 2009 – Pdt.Eluzai Frengky Utana,MPM)
Th. 2009Tahun 2009 adalah the year of sudden fullfillment / tahun kepenuhan yang tiba-tiba. Artinya, ada banyak kejutan yang Tuhan sediakan bagi kita, anak-anak-Nya. Dan untuk bisa menikmatinya, ada bagian yang perlu kita kerjakan, yaitu :
1. Menyerahkan “kecuali” kita kepada Tuhan.
”…Berkatalah perempuan itu: “Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” (2 Raja-raja 4 : 2)
Setiap kita pasti memiliki sesuatu. Namun seringkali kita tidak menyadarinya sehingga dengan mudah mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa. Ketika seseorang mengalami kebangkrutan misalnya, mungkin kekayaan tidak ia miliki lagi kecuali tenaga atau semangat yang bisa membuatnya bangkit kembali. Dan ketika ia menyerahkan ‘kecuali’ itu / apa yang ada padanya sekarang kepada Tuhan, maka di dalam tangan Tuhan, setiap apa yang kita serahkan akan bisa menjadi besar. Sekecil apapun itu, maka kita percaya bahwa itu akan menjadi besar bersama Tuhan karena Tuhanlah yang memberkatinya.
2. Mencari bejana kosong
“Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.” (2 Raja-raja 4 : 3)
Jika hal ini diterapkan pada bisnis atau pekerjaan kita, maka kita akan melihat banyak peluang baru yang akan kita temukan. Ketika ada seorang teman yang sukses dengan menjual makanan misalnya, dan kita ingin berusaha berbisnis. Maka cobalah untuk menemukan celah lain untuk kita lakukan. Misalnya, kita bisa menjual minuman atau produk lain yang belum ada pada usaha teman kita. Maka kita akan menemukan peluang usaha yang lain dan Tuhan bisa pakai untuk memberkati kita.
Memasuki tahun 2009, kita perlu mencari “botol kosong” yang bisa diartikan supaya kita bisa melihat dan menangkap peluang, memiliki gaya hidup yang kreatif dan inovatif serta memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran.
3. Menutup Pintu
“Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” (2 Raja-raja 4 : 4)
Menutup pintu artinya kita menutup telinga, pikiran, mata, sikap hati kita dari kerajaan iblis, kerajaan diri sendiri dan kerajaan dunia dan kita hanya fokus kepada Yesus saja. Ketika kita fokus kepada Yesus, maka kita akan mendapatkan damai sejahtera, sukacita, keamanan dan sebagainya.
Ketika kita hanya fokus kepada Yesus, itu juga berarti bahwa setiap kita mendengar firman Tuhan, maka itu harus membuat hidup kita berubah. Sebab Tuhan memberi kita kehidupan untuk kita nikmati dan menjadi berkat bagi orang lain.
4. Melayani dengan segenap hati
Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.” (2 Raja-raja 4 : 2)
Perempuan Sunem itu melayani nabi Elisa dengan segenap hati. Ia memberikan yang terbaik bagi hamba Allah yang diurapi itu. Lihatlah apa yang dia peroleh. Ia menikmati hidup dalam kepenuhan yang tiba-tiba. Anak yang mati, bangkit kembali.
5. Karakter kita mau diubah dan berubah
“Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: “Dari mana, Gehazi?” Jawabnya: “Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!” (2 Raja-raja 4 : 2)
Gehazi berbohong kepada Elisa. Sebagai hamba dari abdi Allah, ia telah berani keluar dari lingkungan yang penuh dengan urapan. Hasilnya, ia menderita sakit kusta. Dan ketika Gehazi bertobat dan mau berubah, maka ia pun mengalami hidup dalam kepenuhan yang tiba-tiba. Ia pun sembuh dari sakit kustanya.
Hari ini, jika kita mau mengalami dan menikmati kehidupan dalam kepenuhan yang tiba-tiba, maka karakter kita pun harus mau diubah dan berubah. Amin!