Welcome To The Kingdom

Vision :

Building Messianic People (Membangun Masyarakat Mesianik), Harmonious (Esa), Victorious (Jaya), Glorious (Mulia)

Mission :

Exalting The Lord (Meninggikan Tuhan), Equipping The Saint (Memperlengkapi Orang-Orang Kudus), Extending The Kingdom (Memperluas Kerajaan Allah)

Motto :

We Help You To Fulfill Your Destiny (Kami Membantu Anda untuk Menggenapi Rancangan Tuhan Dalam Hidup Anda)

Values :

Humility (Kerendahan Hati), Integrity (Integritas), Truth (Kebenaran)

Published in: on Desember 4, 2008 at 9:17 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Murid Sejati

(22 Februari 2009 – Ps.Marcel Kanon)

 

Selain sebagai anak Tuhan, status kita juga adalah sebagai murid.  Allah mau supaya kita menjadi murid-murid-Nya yang sejati. Lalu apa saja kriteria yang perlu kita miliki sebagai murid yang sejati?

 

1. Mengasihi Tuhan lebih dari segalanya

Lukas 14:26 menyatakan dengan jelas bahwa jikalau seorang datang kepada Tuhan dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Nya. Maksud disini adalah Tuhan menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita.

 

2. Memikul Salib dan Mengikut Dia

Lukas 14:27 juga sangat jelas menyatakan bahwa barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Tuhan, ia tidak dapat menjadi murid-Nya. Ketika kita menjadi murid Tuhan, ada harga yang harus kita bayar. Ada hal-hal yang perlu kita lawan, yaitu segala keinginan daging kita.

 

3. Rela melepaskan diri dari segala milik kita

“Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Lukas 14:33). Ini berarti bahwa kita tidak boleh terikat dengan segala apa yang ada pada kita. Tuhan mau memberkati kita, tetapi tujuannya adalah supaya kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

 

4. Tetap tinggal dalam Firman

Jikalau kita tinggal di dalam Allah dan firman-Nya tinggal di dalam kita, mintalah apa saja yang kita kehendaki, dan kita akan menerimanya.(Yohanes 15:7). Ketika kita tinggal di dalam firman Tuhan, maka hasilnya sungguh dahsyat. Apa saja yang kita minta kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya kepada kita.

 

5. Saling mengasihi

“….. bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”(Yohanes 13:34-35). Kita akan layak disebut murid Tuhan jika kita saling mengasihi sesama kita. Bukan hanya kita tunjukkan dalam perkataan tetapi dalam setiap perbuatan kita.

 

6. Berbuah Banyak

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yohanes 15:8). Jelas sekali Allah mau supaya kita tidak asal berbuah tetapi berbuah banyak. Ada jiwa-jiwa yang kita hasilkan sebagai buah dan ada buah Roh yang meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri yang kita miliki dalam hidup kita. Sehingga orang akan melihat bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 6:28 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Menikmati Hidup Di Dalam Kepenuhan Yang Tiba-Tiba (Bagian 2)

(15 Februari 2009 – Pdt.Eluzai Frengky Utana,MPM)

 

Allah mau supaya kita bisa menikmati sudden fulfillment di Dalam Dia. Lalu apa saja yang bisa kita lakukan supaya kita mengalaminya? Setidaknya ada 4 gaya hidup yang perlu kita miliki, yaitu :

 

1. Mengalah bukan untuk kalah tetapi untuk menang

1 Raja-raja 3:23 mengisahkan tentang dua perempuan yang berebut anak. Ketika ibu dari sang bayi itu memutuskan untuk mengalah dan memberikan anaknya kepada perempuan yang lain, justru saat itulah ia mendapatkan kemenangan. Raja salomo memutuskan bahwa ia adalah ibu dari bayi itu.

 

Orang yang memiliki gaya hidup seperti ini, dimanapun berada ia akan merasa aman karena Allah sendiri yang akan membela hidupnya. Sebab mengalah, bukan selalu untuk kalah. Karena Tuhan ada di pihak kita maka kemenangan akan menjadi bagian kita.

 

2. Tujuan hidup hanya mau supaya tujuan Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Kejadian 50:20 mengisahkan tentang Yusuf. Yusuf memiliki mimpi yang besar tetapi dalam perjalanan hidupnya, ia sering mengalami hal-hal yang buruk yang bisa membuatnya kecewa. Yusuf memberikan teladan kepada kita, yaitu ia memiliki gaya hidup supaya rencana Tuhan saja yang terjadi dalam hidupnya, maka ia tahu bahwa masa depannya ada di dalam tangan Allah.

 

Orang-orang yang memiliki gaya hidup seperti ini, dimana pun berada, ia akan merasa aman sebab Tuhan senantiasa akan menyertai. Orang yang memiliki gaya hidup ini juga tidak akan mudah merasa sombong, sebab ia tahu bahwa segala hal yang terjadi dalam hidupnya adalah rencana dan kehendak Tuhan.

 

3. Konsisten. (Yosua 14:10-14)

Orang-orang yang konsisten adalah orang yang stabil dan tetap fokus pada arah dan tujuan. Dalam mencapai tujuan, kita perlu secara konsisten untuk terus berjalan ke arah tujuan kita. Orang yang konsisten tidak akan pernah mundur dari panggilannya. Orang yang konsisten tidak terlalu terpengaruh pada hasil tetapi lebih kepada langkah dan sikap apa yang perlu diambil untuk tetap mencapai tujuannya.

 

4. Menikmati hidup dalam musimnya Tuhan.

Matius 15:21 mengisahkan tentang perempuan Sirofinisia yang meskipun ia diperlakukan buruk, karena diumpamakan seperti anjing yang tidak layak untuk mendapatkan remah-remah dari sang tuan. Tetapi ia tidak menyerah, ia tahu ini adalah waktu dimana Yesus ada di situ dan ketika ia datang pada Yesus, anaknya yang kerasukan setan pun pasti akan tertolong. Tuhan mau supaya kita mengerti musimnya Tuhan. Ketika musim menabur, baiklah kita menabur. Yang penting, lakukan saja apa yang menjadi bagian kita dan Tuhan akan melakukan apa yang menjadi bagian-Nya, yaitu hal-hal yan tidak mungkin bagi kita. Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 6:26 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Miracle of Love

(08 Februari 2009 – Pdm.Adrian Djunaidy Thoyib)

 

Allah mau supaya kita melakukan kehendak-Nya, yaitu untuk mengasihi dengan kasih yang agape. Mengapa kita harus menerapkan kasih yang agape?

1. Karena Allah adalah kasih. Barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah (1 Yoh 4 : 16)

2. Itu adalah perintah Tuhan. Perintah itu adalah supaya kita saling mengasihi (Yoh 13 : 34)

3. Supaya jangan tumbuh akar pahit. Allah mau supaya kita menjaga supaya jangan ada yang menjauhkan diri dari Tuhan (Ibrani 12 : 15). Karena jika seseorang menjauh dari Tuhan, maka akan timbul kerusuhan dan kecemaran.

 

Contoh yang sangat jelas mengenai hal ini adalah kisah tentang Daud dan Ahitofel. (1 Sam 17 : 1-4). Siapakah Ahitofel? Ia adalah seorang penasihat Raja. Semua raja meminta nasihatnya karena nasihatnya dianggap seperti nasihat Tuhan. Tetapi, di sisi lain ia adalah kakek Betsyeba, wanita yang diingini Daud. Bahkan demi untuk mendapatkannya, Daud rela membunuh suami Betsyeba. Itulah alasan mengapa Ahitofel sangat dendam dan membenci Daud, bahkan ia rela melakukan hal-hal yang nekad untuk melampiaskan kebenciannya. Ketika Ahitofel hidup dalam kepahitan, apa saja yang sanggup dilakukan dan bagaimana akhir hidupnya?

1. Merancangkan hal-hal yang jahat.

Ahitofel menyarankan supaya Absalom (anak Daud) menghampiri gundik-gundik ayahnya (2 Sam 16 : 20-23)

2. Tidak mengalami sukacita dan damai sejahtera.

Hal ini bisa terlihat dari air mukannya (2 Sam 13 : 22)

3. Membuat kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.

Ahitofel membuat persepakatan gelap / konspirasi sehingga Absalom mendapat dukungan dari rakyat untuk melakukan kudeta terhadap kedudukan Daud, ayahnya. (2 Sam 15 : 12)

4. Hidup dalam keputusasaan.

Ketika nasihatnya tidak dipedulikan, maka ia merasa putus asa karena tertekan dan memilih untuk mengambil jalan pintas, yaitu bunuh diri. (2 Sam 17 : 23)

 

Itulah keadaan orang yang tidak bisa mengasihi dan hidup dalam kebencian. Lalu, bagaimana supaya kita bisa mengalami miracle of love ?

1. Memberikan pengampunan.

Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12 : 17-19). Karena kasih menutupi segala pelanggaran dan menutupi banyak sekali dosa (Amsal 10 : 12, 1 Pet 4 : 8)

2. Menjaga hati tetap murni.

Firman Tuhan jelas memperingatkan kita supaya kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan karena dari  situlah terpancar kehidupan (Amsal  4 : 23)

3. Mengeluarkan kata-kata positif atau berkat.

Hidup dan mati dikuasai lidah, karena itu kita perlu menjaga setiap perkataan kita sehingga hanya kata-kata berkat yang keluar dari mulut kita (Amsal 18 : 21). Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 6:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Berkelimpahan Dalam Kasih

(01 Februari 2009 – Pdp.Dr.Ir.Bob Foster,MM)

 

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. ( I Yohanes 4 : 8 )

 

Apa yang dimaksud dengan kasih? Ada beberapa jenis kasih yang kita kenal, yaitu :

1. Kasih Eros

Kasih eros adalah kasih yang mengacu pada keinginan daging / hasrat secara jasmaniah. Karena berdasarkan keinginan daging, maka kasih jenis ini ternyata tidak dapat mengikat keluarga.

 

2. Kasih Philia

Kasih philia merupakan kasih persaudaraan dan persahabatan sesama manusia makhluk sosial. Namun kasih seperti ini dianggap belum cukup kuat untuk mempersatukan sebuah keluarga.

 

3. Kasih Agape

Kasih agape adalah kasih Allah yang tanpa syarat. Kasih agape tidak dilandasi dengan perasaan. Karena ketika kita mengasihi sesuai perasaan kita, maka kasih yang kita berikan tidak akan konstan karena suasana perasaan kita sering berubah.

 

Untuk memiliki kasih kasih yang agape, maka perlu usaha yang kita lakukan, yaitu kita perlu memupuknya. Sehingga kasih itu terus bertumbuh dan bertambah dalam hidup kita. Lalu bagaimana kita bisa memupuk kasih yang agape?

1. Melekat / Intim dengan Tuhan (Yohanes 15 : 4-5)

Ketika kita memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan, maka kita akan bisa mengasihi dengan kasih agape.

 

2. Membaca Firman Tuhan (2 Yohanes 1:6)

Saat kita membaca firman Tuhan, maka kita akan mulai mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita dan menjadi pelaku firman. Salah satunya adalah  kita wajib untuk hidup di dalam kasih.

 

3. Melatih dengan perbuatan (I Yohanes 3:18)

Allah mau supaya kita mengasihi dalam perbuatan dan dalam kebenaran. Untuk itu, kita wajib terus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Bahkan Allah sendiri memberi perintah kepada kita supaya kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan segenap akal budi kita.

 

Bagaimana cara untuk memeriksa tingkat kasih kita? I Korintus 13 : 4-8 meyebutkan dengan jelas bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu.

 

Jika kita tidak/belum/tidak lagi melakukannya, maka kita wajib melakukan kembali apa yang pernah/telah kita lakukan. Sebab Allah mau supaya kasih kita bertumbuh dan terus bertumbuh di dalam Dia. Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 6:10 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Sudden Joy

(25 Januari 2009 – Pdp.Ir.Agus Purwanto,MBA,MM)

 

Sudden Fullfillment adalah hal-hal yang telah Tuhan sediakan dalam kehidupan kita supaya kita nikmati. Demikian juga dengan sukacita yang tiba-tiba yang Tuhan juga sudah sediakan dalam hidup kita. Namun untuk bisa menikmati sudden joy, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :

 

1. Pemulihan Hubungan

Maleakhi 3 : 6-7 mengingatkan supaya kita kembali kepada Tuhan dan memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Ketika kita memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan, maka sukacita akan menjadi bagian kita.

 

2. Integritas / Kejujuran

Allah mau supaya kita hidup dalam kejujuran / integritas dalam segala hal yang kita kerjakan. Maleakhi 3 : 8 menyatakan dengan jelas bahwa kita bisa menipu Allah ketika kita tidak memberikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Dengan begitu, mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus ini menjadi perhatian penting Allah. Tentu saja bukan masalah jumlah tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah supaya Allah ingin  memberkati kita dengan membuka tingkap-tingkap langit.

Selama kita jujur dengan setiap persembahan kita, maka kita bisa melihat hal-hal yang luar biasa dan pasti bahwa janji Tuhan untuk membuka tingkap langit dan memberkati kita akan menjadi bagian kita.

 

3. Ketaatan / Kesetiaan

Ketika kita setia melakukan apa yang menjadi bagian kita dalam memberikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, maka kita akan mendapatkan bagian kita yaitu berkat yang berkelimpahan. Setelah itu pastilah kita pun akan bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

 

4. Identitas yang baru

Maleakhi 3:12 sangat jelas menyebutkan bahwa segala bangsa akan menyebut kita berbahagia. Berbahagia karena Allah sendiri yang melindungi setiap berkat yang kita terima. Bukan saja dalam kehidupan kita, tetapi sampai keturunan kita selanjutnya. Tentu saja ini akan menambah identitas kita sebagai anak-anak Allah yang hidup berbahagia. Sebab ketika kita hidup berbahagia di dalam Tuhan, maka orang-orang yang melihatnya akan memuliakan Bapa kita di Surga.

 

5. Menjadi berkat bagi banyak orang

Setiap hal baik yang kita terima dari Tuhan, termasuk setiap berkat secara materi, kita wajib menyalurkannya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Sebab setiap apa yang ada pada kita bukanlah milik kita sendiri melainkan milik Tuhan. Tuhan pasti akan sangat bersukacita ketika melihat kita bisa menjadi pengelola yang baik atas setiap berkat-berkat-Nya. Dan kita akan menjadi negeri kesukaan bagi banyak orang.

 

Akhirnya…Dengan mempersembahkan persepuluhan, sesungguhnya kita mengakui kepemilikan-Nya, kewibawaan-Nya, kekuasaan dan kasih-Nya. Jadi mari kita melakukannya dengan iman!  Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 5:55 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Exitement

(18 Januari 2009 – Pdt.Yohanes Herijanto)

 

Exitement adalah suatu perasaan yang meluap-luap. Tahun ini adalah the year of sudden fulfillment. Kita akan mengalami keberkatan yang tiba-tiba, promosi yang tiba-tiba dan pemulihan janji Tuhan yang tiba-tiba. Percayakah Anda? Ya, Anda akan mengalaminya.

 

Janganlah kaget akan kekejutan dahsyat dari Tuhan! Karena itu, siapkan diri Anda untuk menerima kejutan demi kejutan. Seringkali dalam hidup, kita belum siap seperti Zakharia, Abraham, bahkan Sara malah tertawa. Sedangkan Zakharia, karena ketidakpercayaannya menjadi bisu. Karena itu, alamilah exitement dari Tuhan!

 

1. Kejutan Perjumpaan (Lukas 19:1-5)

Zakheus adalah salah satu orang yang mengalami kejutan ketika berjumpa dengan Yesus. Yesus masuk ke kota Yerikho dan melawat kota itu. Sekalipun ada tantangan yang menghadang di depan, Zakheus berusaha ingin bertemu dengan Yesus bahkan ia sampai naik ke atas pohon ara untuk melihat Yesus. Dan Yesus mengetahui apa yang dilakukan Zakheus. Ia mengenal Zakheus lebih dari Zakheus mengenal dirinya dirinya sendiri. Ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Yesus mengenal kita dan mengetahui setiap hal yang terjadi dalam kehidupapan kita.

 

Lalu apa yang terjadi? Zakheus mengalami keterkejutan yang tiba-tiba. Karena tiba-tiba saja Yesus datang kepadanya dan mengatakan bahwa Ia akan menumpang di rumahnya. Itu adalah sesuatu yang heboh baginya. Karena saat itu Zakheus dianggap sebagai sampah masyarakat karena memeras rakyat. Tetapi Yesus tidak mempedulikan hal itu. Ia akan tetap pergi ke rumah Zakheus dan makan bersamanya.

 

Hari ini, apapun latar belakang kita, Yesus mau menyapa kita dan menjawab kebutuhan kita. Seperti Zakheus, Yesus menjawab kebutuhannya akan kasih yang sejati. Dan ketika ia menerima Yesus di rumahnya, sesuatu yang dahsyat terjadi. Hatinya terjamah dan hidupnya berubah. Ia bertobat dan mengambil keputusan untuk mengembalikan seluruh harta yang pernah diperas dari rakyat bahkan bersedia mengembalikan berkali-kali lipat. Lihatlah, dulu Zakheus adalah seorang yang terkenal pelit dan pemeras, kini ia berubah menjadi orang yang murah hati. Dulu, ia tidak peduli kepada orang miskin, kini ia sangat mengasihi orang yang tak punya. Dulu, ia adalah seorang yang mementingkan diri sendiri, kini ia adalah orang yang memikirkan orang lain. Dan setelah Zakheus membagi-bagikan hartanya, apakah ia menjadi miskin? Tentu saja tidak! Amsal 11:24 menyatakan dengan jelas bahwa ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

 

Lalu, bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kehidupan kita berubah saat berjumpa dengan Yesus?

 

2. Kekejutan Yang Menyembuhkan (Markus 5:25-29)

Ayat tersebut mengisahkan tentang wanita yang sakit pendarahan. Bukan saja tubuhnya yang lemah tetapi pasti juga hartanya habis untuk berobat. Tetapi ketika ia mendengar cerita orang tentang Yesus, imannya bangkit. Ia pun mengumpulkan sisa kekuatannya untuk bertemu dengan Yesus. Namun usahanya gagal karena Yesus dikelilingi oleh banyak orang. Tetapi, wanita itu tak putus asa. Ia pun memiliki keyakinan yang kuat dengan mengatakan, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku pasti akan sembuh.” Wow, ini sungguh  pernyataan iman yang luar biasa. Kemudian dengan sisa-sisa kekuatannya, ia bangkit dan menerobos kerumunan orang yang ada dan berusaha menjamah jubah Yesus. Akibatnya, ia mendapatkan kesembuhan.

 

Saat ini, bangkitlah dari sisa-sisa kekuatan kita. Sebab Tuhan sanggup mengubah air mata menjadi sukacita. Bangkitlah cepat-cepat dan bersemangat lagi, maka kita akan menjadi sembuh!

 

3. Kejutan yang menghidupkan (Markus 5 : 22-36)

Ini adalah kisah Yairus yang anaknya sakit keras dan hampir mati. Saat itu, Yairus pun tersungkur di kaki Yesus. Dan ketika Yesus dalam perjalanan ke rumahnya pun, ia mengalami penundaan karena Yesus menyembuhkan dahulu wanita yang sakit pendarahan. Meskipun mengalami penundaan, jangan salah sangka dulu karena Tuhan mempunyai waktu yang tepat untuk kita. Dengan penundaan itu, Yairus mengenal Yesus bukan hanya sebagai penyembuh saja tetapi sebagai pembangkit orang mati. Dia adalah Tuhan yang tidak pernah terlambat. Meskipun anaknya sempat mengalami kematian, namun Yesus sanggup membangkitkannya kembali.

 

Hari ini, biarlah kita mengalami sesuatu yang tiba-tiba dari Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan akan melakukan dan memberikan sesuatu yang dahsyat dalam hidup kita. Selamat mengalaminya. Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 5:51 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Sudden Comeback

 

(11 Januari 2009 – Pdp.Dr.Ir.Bob Foster,MM)

I Samuel 30 : 1-22 menceritakan tentang sisi lain kehidupan Daud. Ketika ia serta orang-orangnya sampai ke Ziklag, rupanya kota itu telah dikalahkan dan dibakar habis oleh orang Amalek. Sementara itu, seluruh  perempuan dan anak-anak ditawan, termasuk kedua isterinya dan anak-anaknya. Melihat kenyataan itu, menangislah Daud dan rakyat yang ada bersama-sama dengan dia sampai tidak kuat lagi menangis. Dalam keadaan terjepit, Daud pun berseru kepada Tuhan dan kemudian mereka mengejar orang Amalek. Singkat cerita, Daud mengalahkan orang Amalek dan membawa kembali para perempuan, anak-anak serta seluruh jarahan yang diambil orang Amalek. Semuanya tidak ada yang hilang dari mereka.

 

Dari kisah ini, mengingatkan kita kembali bahwa tahun 2009 ini adalah The Year of Sudden Fulfillment / Sudden Comeback. Daud mengalami sudden comeback dalam hidupnya, ketika ia mendapatkan kembali isteri, anak-anaknya dan seluruh harta bendanya. Berdasarkan kisah ini, apa yang perlu kita pelajari dari Daud untuk mengalami sudden comeback?

 

1. Bertanya kepada Tuhan (Ayat 8)

Dalam keadaan terjepit dan merasa bingung untuk mengambil langkah, Daud bertanya kepada Tuhan dan Tuhan menjawab supaya Daud segera menyusul orang Amalek dan melepaskan para tawanan.

 

Ketika kita bertanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab kita dan memberitahukan kepada kita hal-hal yang besar dan yang tak terpahami yakni hal-hal yang tidak kita ketahui.

 

2. Menerapkan prinsip Kingdom (Ayat 24)

Ketika ada orang-orang Daud yang tidak ingin membagi-bagikan jarahan kepada yang lain, maka Daud melakukan prinsip Kerajaan Allah yaitu dengan membaginya. Sebab orang-orang yang menjaga barang pun berhak mendapatkan bagian yang sama dengan orang-orang yang berperang.

 

Apapun yang kita lakukan, hendaklah kita melakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Allah dan kerajaan-Nya. Maka kita pun pasti akan mendapatkan apa yang menjadi bagian kita.

 

3. Memberi dengan sukacita (Ayat 26)

Setelah mendapatkan kembali isteri, anak dan jarahan yang lain dari orang Amalek, maka Daud pun berkenan membagi-bagikan hasil  jarahan kepada tua-tua di Yehuda dan kepada teman-temannya. Daud memberi dengan sukacita kepada mereka.

 

Dalam kehidupan kita, kita pun juga bisa melakukan hal sama, memberi dengan sukacita. Mungkin kita tidak memberikan harta benda, tetapi kita bisa memberikan senyuman, atau hal-hal yang lain. Tuhan mau supaya kita menjadi inspirator bagi orang lain.

 

Hal lain yang juga pernah dilakukan Daud adalah ketika ia bertarung dengan Goliat dan mengalahkannya. Untuk mengalahkan Goliat, ia membawa lima batu. Hal ini juga yang bisa kita pelajari bahwa ada lima strategi iblis yang harus kita ketahui dan kalahkan, yaitu :

1. Goliat 1 : Penundaan / Delay (Ayat 1)

Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke Ziklag, maka kota itu telah terbakar habis. Daud melihat ada penundaan yang terjadi. Tetapi ia tahu bahwa penundaan ini tidak akan menyurutkan langkah dan imannya kepada Allah. Hasilnya, Daud memperoleh sudden comeback / pengembalian yang tiba-tiba.

 

2. Goliat 2 : Penipuan  / Deception (Ayat 22b)

Orang-orang dursila itu berusaha menipu dalam hal pembagian jarahan. Penipuan adalah salah satu strategi iblis untuk menjatuhkan kita. Sama hal dengan Adam dan Hawa yang ditipu oleh iblis. Karena itu kita perlu mewaspadai hal ini. Karena goods idea belum tentu God’s idea.

 

3. Goliat 3 : Perusakan Fokus / Destruction (Ayat 6)

Iblis menggunakan setiap hal buruk yang terjadi dalam hidup kita untuk merusak fokus kita pada Tuhan. Tetapi ketika kita hanya fokus kepada Tuhan, maka kita akan mendapatkan keberhasilan.

 

4.  Goliat 4 : Kekecewaan / Disapointment (Ayat 3)

Daud pasti sangat kecewa ketika isteri dan anak-anaknya ditawan. Tetapi ia tidak mengijinkan rasa kecewa merusak kehidupannya. Matius 11 : 6 menjelaskan lebih dalam bahwa berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa.

 

5. Goliat 5 : Patah Semangat / Discouragement (Ayat 6)

Jika kita tawar hati, maka kecillah kekuatan kita. Dan setelah peristiwa buruk yang dialami Daud, ia tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Hasilnya, ia mengalami sudden comeback yang luar biasa dalam hidupnya.Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 3:36 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Menikmati Hidup Di Dalam Kepenuhan Yang Tiba-Tiba (Bagian 1)

(04 Januari 2009 – Pdt.Eluzai Frengky Utana,MPM)

 

Th. 2009Tahun 2009 adalah the year of sudden fullfillment / tahun kepenuhan yang tiba-tiba. Artinya, ada banyak kejutan yang Tuhan sediakan bagi kita, anak-anak-Nya. Dan untuk bisa menikmatinya, ada bagian yang perlu kita kerjakan, yaitu :

 

1. Menyerahkan “kecuali” kita kepada Tuhan.

”…Berkatalah perempuan itu: “Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” (2 Raja-raja 4 : 2)

 

Setiap kita pasti memiliki sesuatu. Namun seringkali kita tidak menyadarinya sehingga dengan mudah mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa. Ketika seseorang mengalami kebangkrutan misalnya, mungkin kekayaan tidak ia miliki lagi kecuali tenaga atau semangat yang bisa membuatnya bangkit kembali. Dan ketika ia menyerahkan ‘kecuali’ itu / apa yang ada padanya sekarang kepada Tuhan, maka di dalam tangan Tuhan, setiap apa yang kita serahkan akan bisa menjadi besar. Sekecil apapun itu, maka kita percaya bahwa itu akan menjadi besar bersama Tuhan karena Tuhanlah yang memberkatinya.

 

2. Mencari bejana kosong

“Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.” (2 Raja-raja 4 : 3)

 

Jika hal ini diterapkan pada bisnis atau pekerjaan kita, maka kita akan melihat banyak peluang baru yang akan kita temukan. Ketika ada seorang teman yang sukses dengan menjual makanan misalnya, dan kita ingin berusaha berbisnis. Maka cobalah untuk menemukan celah lain untuk kita lakukan. Misalnya, kita bisa menjual minuman atau produk lain yang belum ada pada usaha teman kita. Maka kita akan menemukan peluang usaha yang lain dan Tuhan bisa pakai untuk memberkati kita.

 

Memasuki tahun 2009, kita perlu mencari “botol kosong” yang bisa diartikan supaya kita bisa melihat dan menangkap peluang, memiliki gaya hidup yang kreatif dan inovatif serta memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran.

 

3. Menutup Pintu

“Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” (2 Raja-raja 4 : 4)

 

Menutup pintu artinya kita menutup telinga, pikiran, mata, sikap hati kita dari kerajaan iblis, kerajaan diri sendiri dan kerajaan dunia dan kita hanya fokus kepada Yesus saja. Ketika kita fokus kepada Yesus, maka kita akan mendapatkan damai sejahtera, sukacita, keamanan dan sebagainya.

 

Ketika kita hanya fokus kepada Yesus, itu juga berarti bahwa setiap kita mendengar firman Tuhan, maka itu harus membuat hidup kita berubah. Sebab Tuhan memberi kita kehidupan untuk kita nikmati dan menjadi berkat bagi orang lain.

 

4. Melayani dengan segenap hati

 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”  (2 Raja-raja 4 : 2)

 

Perempuan Sunem itu melayani nabi Elisa dengan segenap hati. Ia memberikan yang terbaik bagi hamba Allah yang diurapi itu. Lihatlah apa yang dia peroleh. Ia menikmati hidup dalam kepenuhan yang tiba-tiba. Anak yang mati, bangkit kembali.

 

5. Karakter kita mau diubah dan berubah

“Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: “Dari mana, Gehazi?” Jawabnya: “Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!”  (2 Raja-raja 4 : 2)

 

Gehazi berbohong kepada Elisa. Sebagai hamba dari abdi Allah, ia telah berani keluar dari lingkungan yang penuh dengan urapan. Hasilnya, ia menderita sakit kusta. Dan ketika Gehazi bertobat dan mau berubah, maka ia pun mengalami hidup dalam kepenuhan yang tiba-tiba. Ia pun sembuh dari sakit kustanya.

 

Hari ini, jika kita mau mengalami dan menikmati kehidupan dalam kepenuhan yang tiba-tiba, maka karakter kita pun harus mau diubah dan berubah. Amin!

Published in: on Februari 24, 2009 at 2:33 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

SMS Firman Tuhan

Ingin mendapatkan sms Firman Tuhan? Silahkan ketik nama/alamat/kota/usia dan kirim ke 0852 – 953 – 18500. Anda akan mendapatkan layanan SMS Firman Tuhan setiap hari Selasa & Jumat secara gratis. (Pelayanan melalui sms khusus bagi Anda yang tinggal di Indonesia)

Bagi Anda yang tinggal di luar negeri, Anda bisa mendapatkan pesan Firman firman Tuhan melalui email. Kirim data Anda dan kirim ke rockbdg@yahoo.com

Published in: on Desember 5, 2008 at 3:38 am  Comments (1)  

The Left Hand of God

(Pdt.Ir.Timotius Arifin T.,DPM)

Jika kita membaca Hakim-Hakim 3 : 12-31, kita melihat bahwa saat itu tidak ada raja atas Israel sehingga bangsa Israel melakukan hal yang jahat di mata Tuhan. Semua orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri dan itu merupakan generasi yang “semau gue”. Setelah itu, yang terjadi adalah mereka mulai menyembah ilah-ilah lain, menjauhkan diri dari hadirat Tuhan, dan ketika mereka dalam kesesakan mereka diserahkan kepada musuh-musuh di sekeliling mereka. Dan pada waktu itulah mereka berseru kepada Tuhan dan Tuhan membangkitkan pembebas bagi bangsa Israel, yaitu Ehud. Ehud adalah seorang pahlawan karena ia membunuh Eglon, raja Moab, musuh Israel. Dari kisah dalam Hakim-Hakim ini, setidaknya kita dapat belajar dari tiga tokoh yang muncul yaitu, Eglon, Ehud, dan Samgar.

1.Eglon.
Eglon adalah Seorang raja yang memimpin bangsa Moab pada waktu itu. Kemungkinan besar nama ini adalah nama sindiran, karena arti nama itu adalah “seperti sapi”. Nama ini menjadi julukan baginya karena ketamakan dan kerakusannya yang menyebabkan badannya menjadi gemuk dan berlemak seperti sapi. Bangsa Moab sendiri adalah perlambang dari kesombongan, keangkuhan dan arogansi. Bersama dengan bangsa Amalek yang adalah perlambang “kedagingan,” mereka menguasai bangsa Israel. Seperti Tuhan membangkitkan pembebas bagi bangsa Israel, Tuhan juga ingin agar hidup kita bebas dari belenggu yang mengikat kita. Tuhan ingin agar hidup kita penuh dengan kelimpahan, terbebas dari kutuk kemiskinan, dari hutang-hutang yang membelenggu, dan hidup menjadi berkat bagi banyak orang.

2. Ehud.
Ehud adalah seorang yang kidal. Tetapi ia kidal bukan karena mahir menggunakan tangan kirinya melainkan karena tangan kanannya cacat sehingga ia harus menggunakan tangan kirinya untuk melakukan kegiatan. Dan orang yang kidal inilah yang justru dipakai Tuhan  untuk menjadi tangan kanannya Tuhan, orang kepercayaanNya. ”From the left hand become the right hand of GOD.” Nama Ehud berarti: I will give thanks, hidup berkemenangan,I will be praise, aku akan dipuji, dan  Union,Unity, pemersatu.
 
Dalam  1 Kor 1: 26-28, Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut keadaan manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandan….dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti. 

Menurut ukuran manusia Ehud bukanlah siapa-siapa. Bahkan karena kecacatannya, ia bahkan dipandang sebelah mata dan direndahkan. Tetapi di tangan Tuhan, orang yang cacat ini diubah menjadi pembebas bagi bangsa Israel.

Allah kerap kali memakai orang yang lemah menurut pandangan dunia untuk menyelesaikan perkara-perkara yang besar. Allah pakai mereka untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Bila keadaan kita saat ini lemah-menurut ukuran manusia- percayalah bahwa: bila Allah bekerja di dalam dan melalui kita maka tidak ada hal yang sulit bagi Allah, dan hidup kita yang lemah tak berdaya ini akan Tuhan ubahkan menjadi hidup yang penuh pengaruh, dan membawa pembebasan bagi banyak orang, hidup kita diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang. Bersama Allah kita akan melakukan perkara-perkara besar, dan nama Tuhan akan dipermuliakan melalui hidup kita.

3. Samgar.
Setelah mengalahkan Eglon, Ehud berlari ke arah Siera dan meniupkan sangkakala. Mendengar itu, segenap umat Israel bangkit lalu melawan bangsa Moab, dan mengalahkannya. Adapun Samgar adalah seorang petani biasa yang tidak memiliki apapun kecuali tongkat penghalau lembu. Arti nama samgar adalah “swort” (pedang). Terinspirasi oleh Ehud, ia bangkit melawan musuhnya. Walau hanya bersenjatakan tongkat penghalau lembu, ia mengalahkan enam ratus tentara Filistin dan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Filistin.  Tiupan sangkakala ini adalah lambang pesan profetik yang disampaikan kepada umat Tuhan. Pesan Gembala untuk kita adalah: “kita ditugaskan untuk menjangkau keluar,” sangkakala telah ditiup oleh Gembala kita dan selayaknya kita bergerak maju, menjangkau keluar.  

Belajar dari Ehud dan Samgar, mereka adalah orang yang lemah menurut pandangan manusia, tapi Tuhan tidak memandang kelemahan mereka sebagai suatu penghalang. Saat ini mata Allah sedang tertuju kepada kita. Apakah kita bersedia dipakai Tuhan???. Jawabannya ada ditangan kita!

Published in: on Desember 5, 2008 at 3:06 am  Tinggalkan sebuah Komentar